Cloud Computing menurut NIST
The National Institute of Standards and Technology (NIST), sebelumnya dikenal sebagai Biro Standar Nasional (NBS) antara 1901 dan 1988, adalah lembaga pengukuran standar laboratorium, atau dikenal sebagai National Institute Metrologik (NMI), yang merupakan lembaga non-regulatory dari Amerika Serikat pada Departemen Perdagangan. Misi resmi dari NIST adalah untuk mempromosikan inovasi AS dan meningkatkan daya saing industri dengan memajukan ilmu pengetahuan melalui pengukuran, standar, dan teknologi untuk meningkatkan keamanan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup.
Secara lebih mudahnya, NIST memberikan standard untuk semua barang dan hal yang diperdagangkan dan digunakan dalam Amerika Serikat. Agar suatu barang atau hal tersebut memiliki pemahaman yang sama bagi semua penggunanya.
Menurut NIST (National Institute of Standards and Technologi), terdapat 5 karakteristik sehingga sistem tersebut disebut Cloud Computing, yaitu :
1. Resource Pooling
Sumber daya komputasi (storage, CPU, memory, network bandwith, dsb) yang dikumpulkan oleh penyedia layanan (service provider) untuk memenuhi kebutuhan banyak pelanggan (service consumers) dengan model multi-tenant. Sumber daya komputasi ini bisa berupa sumber daya fisik ataupun virtual dan juga bisa dipakai secara dinamis oleh para pelanggan untuk mencukupi kebutuhannya.
2. Broad Network Acces
Kapabilitas layanan dari Cloud Provider tersedia lewat jaringan dan bisa diakses oleh berbagai jenis perangkat, seperti smartphone, tablet, laptop, workstation, dsb.
3. Measured Service
Tersedia layanan untuk mengoptimasi dan memonitor layanan yang dipakai secara otomatis. Dengan monitoring sistem ini, kita bisa melihat berupa resources komputasi yang telah dipakai, seperti : Bandwith, storage processing, jumlah pengguna aktif dsb. Layanan monitoring ini sebagai bentuk trasparansi antara cloud provider dan cloud consumers.
4. Rapid Elasticity
Kapabilitas dari layanan cloud provider dapat bisa dipakai oleh cloud consumer secara dinamis berdasarkan kebutuhan. Cloud consumer bisa menainkkan atau menurunkan kapasistas layanan. Kapasitas layanan yang disediakan ini biasanya tidak terbatas, dan service consumer bisa dengan bebas dan mudah memilih kapasitas yang diinginkan setiap saat.
5. Self Service
Cloud consumer dapat mengkonfigurasikan secara mandiri layanan yang ingin dipakai melalui sebuah sistem, tanpa perlu interaksi manusia dengan pihak cloud provider. Konfigurasi layanan yang dipilih ini harus tersedia segera dan saat itu juga secara otomatis.
Jika salah satu dari kelima karakteristik diatas tidak ada maka sistem tersebut tidak pantas disebut dengan Cloud Computing.
Contoh Perusahaan yang menggunakan Cloud Computing
![]() |
| gambar : 1 |
Jika dulu untuk membuat dokumen kita harus menggunakan software word processing seperti Microsoft Office yang harga lumayan mahal, kini kita dapat membuat dokumen dengan mudah dan gratis, yaitu dengan menggunakan Google Docs. Google Docs merupakan layanan Cloud Computing milik Google yang berfungsi untuk membuat berbagai jenis dokumen. Kita dapat menyimpan dokumen-dokumen kita pada server dan mengaksesnya dimanapun kita berada.
![]() |
| gambar : 2 |
Layanan lain yang menerapkan cloud computing adalah dropbox dan ubuntu one. Kedua layanan ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan file-file yang berada di komputer mereka ke storage dropbox atau ubuntu one dengan cara sinkronisasi.
Dengan begitu ketika terjadi perubahan file yang berada di komputer pengguna, maka file yang berada di storage akan diuabh juga. Dengan adanya layanan ini pengguna dapat memback-up data dan juga dapat mengaksesnya dimanapun mereka berada.
sumber : Dunia Telekomunikasi, Akbar Tompo Blog's, Inovasi Pintar (image), dan Up Draft Plus (image)


bisa memberi pengetahuan .. . makasih sudh shere ilmu nya
BalasHapus