Senin, 20 Maret 2017

Deployment Model pada Cloud Computing

Deployment Model pada Cloud Computing

Model penyebaran ini, seperti yang didefinisikan oleh NIST, tidak didefinisikan oleh operator, lokasi atau fisik tetapi oleh layanan yang ditawarkan dan jenis masyarakat. Mirip dengan model layanan awan, model penyebaran tidak saling eksklusif. Redmine merupakan open source berbasis web alat manajemen proyek yang memanfaatkan semua model komputasi awan penyebaran dalam berbagai cara.


Gambar 1


1. Public Cloud

Public Cloud adalah layanan Cloud Computing yang disediakan untuk masyarakat umum. Pengguna bisa langsung mendaftar ataupun memakai layanan yang ada. Banyak layanan Public Cloud yang gratis, dan ada juga yang perlu membayar untuk bisa menikmati layanannya. Contoh Public Cloud yang gratis: GoogleMail, Facebook, Twitter, Live Mail, dsb. Contoh Public Cloud yang berbayar: Sales Force, Office365, GoogleApps, dsb.

Keuntungan: 
Pengguna tidak perlu berinvestasi untuk merawat serta membangun infrastruktur, platform, ataupun aplikasi. Kita tinggal memakai secara gratis (untuk layanan yang gratis) atau membayar sebanyak pemakaian (pay as you go). Dengan pendekatan ini, kita bisa mengurangi dan merubah biaya Capex (Capital Expenditure) menjadi Opex (Operational Expenditure). 

Kerugian: 
Sangat tergantung dengan kualitas layanan internet (koneksi) yang kita pakai. Jika koneksi internet mati, maka tidak ada layanan yang dapat diakses. Untuk itu, perlu dipikirkan secara matang infrastruktur internetnya.


2. Private Cloud

Private Cloud Adalah layanan cloud computing yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan internal dari organisasi/perusahaan. Biasanya departemen IT akan berperan sebagai service provider (penyedia layanan) dan departemen lain menjadi service consumer. Sebagai service provider, tentu saja Departemen IT harus bertanggung jawab agar layanan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan standar kualitas layanan yang telah ditentukan oleh perusahaan, baik infrastruktur, platform, maupun aplikasi yang ada.

Contoh layanannya: SaaS: Web Application, Mail Server, Database Server untuk keperluan internal. PaaS: Sistem Operasi + Web Server + Framework + Database yang untuk internal IaaS: Virtual machine yang bisa di-request sesuai dengan kebutuhan internal Keuntungan: Menghemat bandwidth internet ketika layanan itu hanya diakses dari jaringan internal.Proses bisnis tidak tergantung dengan koneksi internet, akan tetapi tetap saja tergantung dengan koneksi jaringan lokal (intranet). Kerugian: Investasi besar, karena kita sendiri yang harus menyiapkan infrastrukturnya.Butuh tenaga kerja untuk merawat dan menjamin layanan berjalan dengan baik.

Gambar 2


3. Hybrid Cloud 

Hybrid Cloud Adalah gabungan dari layanan Public Cloud dan Private Cloud yang diimplementasikan oleh suatu organisasi/perusahaan. Dalam Hybrid Cloud ini, kita bisa memilih proses bisnis mana yang bisa dipindahkan ke Public Cloud dan proses bisnis mana yang harus tetap berjalan di Private Cloud.

Contohnya: 
Perusahaan A menyewa layanan dari GoogleApp Engine (Public Cloud) sebagai “rumah” yang dipakai untuk aplikasi yang mereka buat. Di negara tersebut ada aturan kalau data nasabah dari sebuah perusahaan tidak boleh disimpan pada pihak ketiga. Untuk menaati peraturan yang ada, data nasabah dari perusahaan A tetap disimpan pada database mereka sendiri (Private Cloud), dan aplikasi akan melakukan konektifitasnya ke database internal tersebut. 
Perusahaan B menyewa layanan dari Office365 (Public Cloud). Karena perusahaan B tersebut sudah mempunyai banyak user yang tersimpan di Active Directory yang berjalan di atas Windows Server mereka (Private Cloud), akan lebih efektif kalau Active Directory tersebut dijadikan identity untuk login ke Office365. 

Keuntungan: 
Keamanan data terjamin karena data dapat dikelola sendiri (hal ini TIDAK berarti penyimpan data di public cloud tidak aman, ya). Lebih leluasa untuk memilih mana proses bisnis yang harus tetap berjalan di private cloud dan mana proses bisnis yang bisa dipindahkan ke public cloud dengan tetap menjamin integrasi dari keduanya. 
Kerugian: 
Untuk aplikasi yang membutuhkan integrasi antara public cloud dan private cloud, infrastruktur internet harus dipikirkan secara matang. 

4. Community Cloud 

Community Cloud adalah layanan Cloud Computing yang dibangun eksklusif untuk komunitas tertentu, yang consumer-nya berasal dari organisasi yang mempunyai perhatian yang sama atas sesuatu/beberapa hal, misalnya saja standar keamanan, aturan, compliance, dsb. 
Community Cloud ini bisa dimiliki, dipelihara, dan dioperasikan oleh satu atau lebih organisasi dari komunitas tersebut, pihak ketiga, ataupun kombinasi dari keduanya. 

Keuntungan: 
Bisa bekerja sama dengan organisasi lain dalam komunitas yang mempunyai kepentingan yang sama. Melakukan hal yang sama bersama-sama tentunya lebih ringan daripada melakukannya sendiri. Kerugian: 
Ketergantungan antar organisasi jika tiap-tiap organisasi tersebut saling berbagi sumber daya.



Readmore → Deployment Model pada Cloud Computing

Senin, 27 Februari 2017

Apa Itu Google Cloud Platform

Google Cloud Platform

Google Cloud Platform merupakan sebuah produk layanan Cloud Computing dari Google yang terdiri dari 4 jenis layanan yang kesemuanya bertujuan untuk membuat sebuah project berbasis Cloud Computing / Komputasi Berbasis Internet agar bisa dimanfaatkan dalam skala global. adapun 4 jenis layanan tersebut adalah Google AppEngine, Google BigQuery, Google Compute Engine dan Google Cloud Storage.

Google Cloud Platform

Kelebihan Menggunakan Layanan Google Cloud Platform
Keamanan Data : Menggunakan layanan Google cloud Platform memungkinkan kita untuk memiliki keamanan data yang sangat terjamin, hal ini merupakan faktor penting untuk membangun sebuah layanan berbasis internet.
Fleksibel : Dimanapun kita berada kita bisa mengakses data yang kita simpan di Google Cloud dengan mudah dan yang perlu kita sediakan hanya akses internet. Sobat juga bisa menggunakan RESTful API agar aplikasi yang sobat buat bisa di intregrasikan dengan smartphone berbasis Android ataupun iOS Apple.
Data Terpusat : Penyimpanan yang terpusat sangat diperlukan untuk membangun sebuah layanan dengan skala besar, terutama apabila pengguna dari layanan tersebut sangat banyak.
Menghemat Biaya : Apabila kita memikirkan investasi jangka panjang, layanan Google Cloud bisa menekan biaya pengadaan infrastuktur system yang kita perlukan untuk membangun sebuah aplikasi untuk bisnis kita.


Google AppEngine

Google AppEngine merupakan salah satu layanan google yang memungkinkan sobat membuat dan menjalankan aplikasi berbasis web. Layanan ini mempunyai versi gratis dan berbayar yang bisa sobat gunakan, Untuk versi gratis disediakan space penyimpanan 500 MB, Kapasitas Processor dan Bandwith yang ditawarkan Google AppEngine mampu untuk 5 juta page-view setiap bulannya.

Pada saat awal di luncurkan Google AppEngine hanya mendukung bahasa pemrograman Python, kemudian dikembangkan lagi hingga mendukung teknologi Java, PHP, Go, Ruby dan dilengkapi dengan Farmework Google .Website - website skala besar seperti www.khanacademy.org dibangung dengan produk layanan Google yang satu ini, dan apabila sobat ingin belajar membuat sebuah aplikasi dengan menggunakan Google AppEngine,

Google BigQuery

Layanan Google yang satu ini sangat cocok digunakan sebagai tools untuk menganalisis data ukuran besar hingga ukutan mencapai Terabyte atau Petabite dengan membutuhkan waktu hanya hitungan detik. Layanan ini sangat cocok digunakan untuk aplikasi bisnis skala besar. Google BigQuery banyak digunakan oleh perusahaan - perusahaan besar untuk membantu menganalisis data transaksi bisnis mereka.


Google Compute Engine

Google Compute Engine merupakan sebuah jenis layanan Cloud yang ditawarkan oleh Google untuk membantu kita membangun sebuah cloud server, sobat bisa mengontrol penuh mesin linux yang sobat bangun diatas server Google. Layanan ini mampu menampung aplikasi web sobat yang dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Ruby atau PHP. 

Google Cloud Storage

Google Cloud Storage merupakan salah satu produk layanan dari Google yang dikhususkan untuk para developer sebagai media untuk penyimpanan data dengan ukuran yang sangat besar. Layanan ini memungkinkan sobat untuk membuat sebuah layanan sharing file, sharing video atau sharing foto dengan sangat mudah tanpa memikirkan bagaimana cara membangun infrastuktur server.


Kesimpulan:

Sejauh ini, kita fokus ketiga jenis aplikasi yaitu web, Desktop dan Mobile. Kita sampai saat ini baru sekedar pemakai layanan Cloud, kita tidak pernah berpikir apakah kita juga bisa membuat layanan sekelas GMail atau Google Drive? Google memberi kesempatan pada kita untuk membangun layanan tersebute tanpa anda harus memikirkan bagaimana seting dan pengelolaan servernya secara fisik. Sebagai developer, yang perlu anda pikirkan sekarang hanya logic bisnis dan bahasa pemrograman yang anda kuasai.  Mulai sekarang, mari kita masuk tahap baru pemrograman bernama Cloud Programming. Selamat datang di Cloud Programming.


sumber : Utopic Computer dan Candra Web


Readmore → Apa Itu Google Cloud Platform

Skala Horizontal vs Skala Vertikal

SKALABILITAS

Skalabilitas dapat menangani pertumbuhan pelukan penyimpanan jaringan basis data awan dan promosi energi dari lingkungan virtual. beberapa komputer hosting informasi bergabung bersama-sama untuk informasi dan data dapat ditambahkan dengan menciptakan lebih besar dan lebih cepat jaringan yang akan melayani kebutuhan perusahaan. Cloud computing dianggap terukur dengan pertumbuhan ekonomi. Sementara ekonomi yang tumbuh berdasarkan data yang disimpan awan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan. Sebuah algoritma khusus digunakan untuk menentukan kebutuhan pengguna dan skala lingkungan penyimpanan yang sesuai. Desain dan awan pengaturan harus dikonfigurasi dengan benar untuk algoritma ini mampu mendeteksi perubahan yang dilakukan oleh pengguna mendekati jumlah bandwidth yang diperlukan sebagai akibat dari kebutuhan pengguna. Di seperti menambahkan komputer untuk aplikasi. Mengacu mengintensifkan peningkatan penyimpanan CPU.

Software sebagai Service SaaS adalah pembayaran berdasarkan jenis penggunaan kapasitas yang mengurangi IT biaya perusahaan sangat dengan outsourcing hardware dan perawatan perangkat lunak. The downside adalah Saass menyimpan data Anda pada awan lainnya memberikan diri kesempatan kecil obstruksi data. pengguna akhir adalah orang-orang yang mengakses awan yang digunakan oleh perangkat lunak atau melalui web browser, aplikasi atau aplikasi seluler ringan pikir Anda mengakses aplikasi mobile Anda pada smartphone Anda. Cloud hosting didasarkan pada berbagi sumber daya untuk mencapai skala ekonomi. Ini berarti di komputer awan bergantung pada komputer lain untuk mempertahankan kapasitas penyimpanan data yang besar dan akses cepat. Arah Cloud Computing adalah sebuah metafora untuk penyimpanan data dan berbagi kapasitas web hosting dan menyimpan informasi tanpa menggunakan server mahal besar. Amazon, misalnya, penggunaan komputasi awan telah mengurangi mereka biaya TI secara signifikan, dan mengelola semua data dan infrastruktur mereka secara efisien. Mereka aman, tangguh dan scalable. Mereka kekuatan yang memungkinkan mereka untuk terus mengembangkan database mereka komputasi, sehingga ada banyak aplikasi.

Cloud computing juga dapat digunakan dalam lingkungan bermain game langsung pada game permintaan dari saluran air ke komputer melalui thin client. Tidak ada yang terlibat konsol. Anda dapat menyimpan jumlah tak terbatas dari game klasik lagi tergantung pada seberapa banyak Anda ingin menghabiskan pada ruang. Karena data pelanggan ketika tombol ditekan dikirim ke host awan, mencatat, dan mengembalikan respon ke controller memberikan data interaksi mulus dari database ke layar Anda. Profitabilitas komputasi awan adalah keuntungan terbesar. Manfaat utama dari komputasi awan itu menguntungkan. Anda dapat memilih berapa banyak bandwidth yang Anda ingin menggunakan dan membayar sesuai tergantung pada tujuan penggunaan Anda dari host awan. biaya dapat sesedikit beberapa sen pada jam. pengguna akhir yang memenuhi syarat untuk mengakses semua data mereka dari satu perangkat, dan berbagi dengan semua orang yang merupakan bagian dari jaringan mereka. komputasi awan dapat sangat efektif untuk melacak perangkat yang hilang dan terutama dengan iCloud.

Skala Horizontal dan Vertikal

Metode menambahkan lebih banyak sumber daya untuk aplikasi tertentu jatuh ke dalam dua kategori: 

1. Skala vertikal (skala atas)

Untuk skala vertikal (atau skala atas) berarti untuk menambah sumber daya untuk satu simpul dalam sistem, biasanya melibatkan penambahan CPU atau memori untuk satu komputer. Penskalaan vertikal seperti sistem yang ada juga memungkinkan mereka untuk memanfaatkan teknologi virtualisasi lebih efektif, karena menyediakan lebih banyak sumber daya untuk set host sistem operasi dan aplikasi modul untuk berbagi.

Mengambil keuntungan dari sumber daya tersebut juga dapat disebut "scaling up", seperti memperluas jumlah proses Apache daemon yang sedang berjalan.

2. Skala horisontal (skala out)

Untuk skala horizontal (atau skala keluar) berarti untuk menambahkan node ke sistem, seperti menambahkan komputer baru untuk aplikasi perangkat lunak didistribusikan. Sebuah contoh mungkin scaling keluar dari satu sistem server web tiga.

Seperti harga komputer turun dan kinerja terus meningkat, biaya rendah "komoditas" sistem dapat digunakan untuk aplikasi komputasi kinerja tinggi seperti analisis seismik dan bioteknologi beban kerja yang dapat di masa lalu hanya dapat ditangani oleh superkomputer. Ratusan komputer kecil dapat dikonfigurasi dalam sebuah cluster untuk memperoleh kekuatan komputasi agregat yang sering melebihi tunggal prosesor RISC tradisional berbasis komputer ilmiah. Model ini telah lebih jauh telah didorong oleh ketersediaan interkoneksi kinerja tinggi seperti teknologi Myrinet dan InfiniBand. Hal ini juga menyebabkan permintaan fitur seperti remote pemeliharaan dan manajemen proses batch sebelumnya tidak tersedia untuk "komoditas" sistem.

Skala-out model telah menciptakan peningkatan permintaan untuk penyimpanan data bersama dengan sangat tinggi performa I / O, terutama di mana pengolahan data dalam jumlah besar diperlukan, seperti dalam analisis seismik. Hal ini telah memicu perkembangan teknologi penyimpanan baru seperti objek perangkat penyimpanan.




Readmore → Skala Horizontal vs Skala Vertikal

Senin, 20 Februari 2017

Cloud Computing menurut NIST

Cloud Computing menurut NIST

The National Institute of Standards and Technology (NIST), sebelumnya dikenal sebagai Biro Standar Nasional (NBS) antara 1901 dan 1988, adalah lembaga pengukuran standar laboratorium, atau dikenal sebagai National Institute Metrologik (NMI), yang merupakan lembaga non-regulatory dari Amerika Serikat pada Departemen Perdagangan. Misi resmi dari NIST adalah untuk mempromosikan inovasi AS dan meningkatkan daya saing industri dengan memajukan ilmu pengetahuan melalui pengukuran, standar, dan teknologi untuk meningkatkan keamanan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup.
Secara lebih mudahnya, NIST memberikan standard untuk semua barang dan hal yang diperdagangkan dan digunakan dalam Amerika Serikat. Agar suatu barang atau hal tersebut memiliki pemahaman yang sama bagi semua penggunanya.
Menurut NIST (National Institute of Standards and Technologi), terdapat 5 karakteristik sehingga sistem tersebut disebut Cloud Computing, yaitu :

1. Resource Pooling

Sumber daya komputasi (storage, CPU, memory, network bandwith, dsb) yang dikumpulkan  oleh penyedia layanan (service provider) untuk memenuhi  kebutuhan banyak pelanggan (service consumers) dengan model multi-tenant. Sumber daya komputasi ini bisa berupa sumber daya fisik ataupun virtual dan juga bisa dipakai secara dinamis oleh para pelanggan untuk mencukupi kebutuhannya.

2. Broad Network Acces

Kapabilitas layanan dari Cloud Provider tersedia lewat jaringan dan bisa diakses oleh berbagai jenis perangkat, seperti smartphone, tablet, laptop, workstation, dsb.

3. Measured Service

Tersedia layanan untuk mengoptimasi dan memonitor layanan yang dipakai secara otomatis. Dengan monitoring sistem ini, kita bisa melihat berupa resources komputasi yang telah dipakai, seperti : Bandwith, storage processing, jumlah pengguna aktif dsb. Layanan monitoring ini sebagai bentuk trasparansi antara cloud provider dan cloud consumers.

4. Rapid Elasticity

Kapabilitas dari layanan cloud provider dapat bisa dipakai oleh cloud consumer secara dinamis berdasarkan kebutuhan. Cloud consumer bisa menainkkan atau menurunkan kapasistas layanan. Kapasitas layanan yang disediakan ini biasanya tidak terbatas, dan service consumer bisa dengan bebas dan mudah memilih kapasitas yang diinginkan setiap saat.

5. Self Service

Cloud consumer dapat mengkonfigurasikan secara mandiri layanan yang  ingin dipakai melalui sebuah sistem, tanpa perlu interaksi manusia dengan pihak cloud provider. Konfigurasi layanan yang dipilih ini harus tersedia segera dan saat itu juga secara otomatis.

Jika salah satu dari kelima karakteristik diatas tidak ada maka sistem tersebut tidak pantas disebut dengan Cloud Computing.

Contoh Perusahaan yang menggunakan Cloud Computing

gambar : 1

Jika dulu untuk membuat dokumen kita harus menggunakan software word processing seperti Microsoft Office yang harga lumayan mahal, kini kita dapat membuat dokumen dengan mudah dan gratis, yaitu dengan menggunakan Google Docs. Google Docs merupakan layanan Cloud Computing milik Google yang berfungsi untuk membuat berbagai jenis dokumen. Kita dapat menyimpan dokumen-dokumen kita pada server dan mengaksesnya dimanapun kita berada. 

gambar : 2

Layanan lain yang menerapkan cloud computing adalah dropbox dan ubuntu one. Kedua layanan ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan file-file yang berada di komputer mereka ke storage dropbox atau ubuntu one dengan cara sinkronisasi.

Dengan begitu ketika terjadi perubahan file yang berada di komputer pengguna, maka file yang berada di storage akan diuabh juga. Dengan adanya layanan ini pengguna dapat memback-up data dan juga dapat mengaksesnya dimanapun mereka berada.


Readmore → Cloud Computing menurut NIST

Selasa, 14 Februari 2017

CLOUD COMPUTING

Pengertian  Cloud Computing


Cloud Computing mungkin masih samar terdengar bagi orang awam. Tetapi keberadaan cloud computing di era digital kini sebenarnya telah terasa di tengah masyarakat dalam kehidupan sehari hari seperti penggunaan email dan juga media sosial.

Secara umum, cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.

Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.
Cloud Computing


A. Manfaat Cloud Computing Serta Penerapan Dalam Kehidupan Sehari – hari


Setelah penjabaran pengertian singkat diatas tentu penggunaan teknologi dengan sistem cloud cukup memudahkan pengguna selain dalam hal efisiensi data, juga penghematan biaya. Berikut manfaat manfaat yang dapat dipetik lewat teknologi berbasis sistem cloud.

1.    Semua Data Tersimpan di Server Secara Terpusat
Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tak perlu repot repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/storage dll karena semua telah tersedia secara virtual.

2.    Keamanan Data
Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dll.

3.    Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi
Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan salah satu praktisi IT kenamaan dunia, mendiang Steve Jobs mengatakan bahwa membeli memori fisik untuk menyimpan data seperti hardisk merupakan hal yang percuma jika kita dapat menyimpan nya secara virtual/melalui internet.

4.    Investasi Jangka Panjang
Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi berbasis Cloud.

Penerapan Cloud Computing telah dilakukan oleh beberapa perusahaan IT ternama dunia seperti Google lewat aplikasi Google Drive, IBM lewat Blue Cord Initiative, Microsoft melalui sistem operasi nya yang berbasis Cloud Computing, Windows Azure dsb. Di kancah nasional sendiri penerapan teknologi Cloud juga dapat dilihat melalui penggunaan Point of Sale/program kasir.

Salah satu perusahaan yang mengembangkan produknya berbasis dengan sistem Cloud adalah DealPOS. Metode kerja Point of Sale (POS) ini adalah dengan mendistribusikan data penjualan toko retail yang telah diinput oleh kasir ke pemilik toko retail melalui internet dimanapun pemilik toko berada.  Selain itu, perusahaan telekomunikasi ternama nasional, Telkom juga turut mengembangkan sistem komputasi berbasis Cloud ini melalui Telkom Cloud dengan program Telkom VPS dan Telkom Collaboration yang diarahkan untuk pelanggan UKM (Usaha Kecil-Menengah).


B. Layanan Komputasi Awan

  • Infrastructure as a Service (IaaS)

Infrastructure as a Service adalah layanan komputasi awan yang menyediakan infrastruktur IT berupa CPU, RAM, storage, bandwith dan konfigurasi lain. Komponen-komponen tersebut digunakan untuk membangun komputer virtual. Komputer virtual dapat diinstal sistem operasi dan aplikasi sesuai kebutuhan. Keuntungan layanan IaaS ini adalah tidak perlu membeli komputer fisik sehingga lebih menghemat biaya. Konfigurasi komputer virtual juga bisa diubah sesuai kebutuhan. Misalkan saat storage hampir penuh, storage bisa ditambah dengan segera. Perusahaan yang menyediakan IaaS adalah Amazon EC2, TelkomCloud dan BizNetCloud.


  • Platform as a Service (PaaS)
Platform as a Service adalah layanan yang menyediakan computing platform. Biasanya sudah terdapat sistem operasi, database, web server dan framework aplikasi agar dapat menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Perusahaan yang menyediakan layanan tersebutlah yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan computing platform ini. Keuntungan layanan PaaS ini bagi pengembang adalah mereka bisa fokus pada aplikasi yang mereka buat tanpa memikirkan tentang pemeliharaan dari computing platform. Contoh penyedia layanan PaaS adalah Amazon Web Service dan Windows Azure.


  • Software as a Service (SaaS)
Software as a Service adalah layanan Cloud Computing dimana kita bisa langsung menggunakan aplikasi yang telah disediakan. Penyedia layanan mengelola infrastruktur dan platform yang menjalankan aplikasi tersebut. Contoh layanan aplikasi email yaitu gmail, yahoo dan outlook sedangkan contoh aplikasi media sosial adalah twitter, facebook dan google+. Keuntungan dari layanan ini adalah pengguna tidak perlu membeli lisensi untuk mengakses aplikasi tersebut. Pengguna hanya membutuhkan perangkat klien Cloud Computing yang terhubung ke internet. Ada juga aplikasi yang mengharuskan pengguna untuk berlangganan agar bisa mengakses aplikasi yaitu Office 365 dan Adobe Creative Cloud.

C. Cara Kerja Sistem Cloud Computing

Sistem Cloud bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Infrastruktur seperti media penyimpanan data dan juga instruksi/perintah dari pengguna disimpan secara virtual melalui jaringan internet kemudian perintah – perintah tersebut dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah perintah diterima di server aplikasi kemudian data diproses dan pada proses final pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen dapat merasakan manfaatnya.

Contohnya lewat penggunaan media sosial seperti Facebook. Data di beberapa server diintegrasikan secara global tanpa harus mendownload software untuk menggunakannya. Pengguna hanya memerlukan koneksi internet dan semua data dikelola langsung oleh Facebook. Software dan juga memori atas data pengguna tidak berada di komputer tetapi terintegrasi secara langsung melalui sistem Cloud menggunakan komputer yang terhubung ke internet.

D. Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing

Kelebihan Cloud Computing:
  1. Menghemat biaya dan ruang infratructur pembelian sumber daya komputer
  2. Bisa mengakses file dimana saja dan kapan saja
  3. Bisa menghemat waktu pada perusahaan sehingga bisa langsung fokus pada perkembangan infrastructur
  4. Dapat dengan mudah di monitoring dari satu server
  5. Operasional dan manajemen lebih mudah dan sederhana
  6. Menghemat biaya operasional pada sistem informasi yang dibangun
  7. Kolaborasi yang terpercaya
Kekurangan Cloud Computing:
  1. Komputer akan menjadi lemot  atau lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali bila internet putus
  2. Komputer akan menjadi lambat kinerjanya jika koneksi internet kita juga lambat
  3. Komputer akan menjadi sangat lambat karena diakses oleh banyak pengguna sehingga server akan menerima banyak sekali permintaan
  4. Jika tidak mempunyai backup yang handal maka hal terburuk ini akan timbul karena semua data berada di satu server pada cloud computing

E. Karakteristik Cloud Computing

1. On-Demand Self-Services

Merupakan sebuah layanan cloud computing yang harus dapat dimanfaatkan oleh para pengguna melalui beberapa mekanisme swalayan dan dapat langsung tersedia pada saat dibutuhkan oleh para pengguna.

2. Broad Network Access

Merupakan sebuah layanan cloud computing harus bisa diakses dari kapan saja, dimana saja, dengan software apa pun, yang terpenting kita terhubung ke jaringan internet. misal : Handphone, tablet.

3. Resource Pooling

Merupakan sebuah layanan cloud computing yang harus tersedia secara terpusat dan bisa membagi sumber daya secara cepat dan efisien.

4. Rapid Elasticity

Merupakan sebuah layanan cloud computing yang harus dapat menaikan dan menurunkan kapasitas sesuai dengan kebutuhan server dan pengguna.

5. Measured Service

Merupakan sebuah layanan cloud computing yang harus disediakan secara terukur dan teratur, karena ini akan dilakukan dalam proses pembayaran.
Sebenarnya dengan menggunakan fasilitas cloud computing maka keuntungan besar akan anda dapatkan, karena cloud computing bekerja di server.


Berikut adalah penjelasan singkat tentang Cloud Computing, sistem yang telah mendunia yang dapat membantu perusahaan atau organisasi dalam efisiensi penyimpanan data. Beberapa faktor seperti ketersediaan internet yang dibutuhkan sebagai jalur utama dalam distribusi data, kualitas vendor akan layanan sistem Cloud maupun masalah keamanan dan privasi seperti serangan peretas/hacker dalam meretas internet patut menjadi pertimbangan tersendiri sebelum anda beralih ke sistem Cloud. Selain vendor yang harus meningkatkan kualitas pelayanan mereka, pengguna juga diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih kualitas vendor yang akan mereka gunakan untuk mengelola data berbasis Cloud Computing.


sumber : Wikipedia ,  Pusat Teknologi, I.G.O.S (image) dan Rhaka Mahardika Blog
Readmore → CLOUD COMPUTING